Saat ini Internet telah menjelma menjadi kebutuhan pokok bagi sebagian orang, apalagi setelah makin menjamurnya gadget smartphone, handphone canggih yang separuh jiwanya terletak pada layanan internet, so sudah barang tentu membeli paket internet menjadi kebutuhan wajib yang harus dipenuhi para pemilik smartphone.

           Nah... salah satu fitur yang ada dalam smartphone ini adalah hotspot portable atau tethering, dengan fitur ini kita dapat berbagi jaringan internet dari smartphone kita ke device  lain seperti laptop ataupun smartphone lain, sobat semua pasti sudah pada tahu dong… dan sudah sering menggunakan fasilitas ini.

           Namun akhir-akhir ini saya merasakan internet yang super lemot bila menggunakan tethering dari smartphone ke laptop, jangankan untuk downloading ataupun streaming, untuk membuka halaman depan google.com saja butuh waktu yang cukup lama.

           O..ya sebelumnya saya tidak ingin menyebutkan merk provider yang saya gunakan tapi, berhubung hanya pada provider ini saja saya merasa internet yang begitu lemot bila di tethering ke laptop, so saya sebut inisialnya saja ya…

           sebut saja inisialnya xl (apakah ini sudah cukup untuk menyamarkan?)

sedikit membingungkan karena saat saya menggunakan layanan internet dari xl di handphone saya, internetnya berjalan cukup baik meski tidak dapat dikatakan cepat, begitu juga saat saya menggunakannya untuk tethering ke sesama smartphone, namun hasilnya begitu jauh berbeda jika saya menggunakannya untuk tethering ke laptop atau PC. “super lemot”.

           Hal ini bukan hanya dialami oleh saya saja, semua teman-teman saya yang menggunakan provider ini juga mengalami hal yang sama, internet menjadi lemot saat digunakan untuk tethering ke laptop atau PC. dan ternyata bukan hanya dengan menggunakan hotspot portable saja internet di laptop menjadi lemot, saat kartu xl digunakan melalui modem pun hal yang sama masih terjadi.

         Apakah sobat blogger mengalami hal yang sama?

         Trus bagaimana dong solusinya?

Berikut ada sedikit trik untuk mengatasi masalah ini, dan trik ini work di laptop saya dan teman-teman saya.

          Coba sobat mulai berselancar internet menggunakan browser Microsoft EDGE ( bisa menggunakan Internet explorer jika sobat belum memiliki microsoft edge) jangan menggunakan Mozilla, Crome atau browser lain. Karena pengalaman saya saat berselancar internet menggunakan xl di browser Microsoft EDGE kecepatannya akan jauh berbeda jika dibandingkan dengan browser lain, saat saya menggunakann browser Microsoft EDGE kecepatan internetnya sama dengan kecepatan internet saat saya menggunakannya langsung di smartphone saya.  Trik ini pun berhasil saat di coba di laptop teman-teman saya.

          Mungkin sobat tertarik untuk mencobanya?

          Oke,,, sudah triknya cuma itu saja hehhehee…..

         Jika sobat blogger punya trik lain yang lebih jitu, mungkin sobat bisa mensharenya disini, atau jika sobat merasa cara ini tidak work, bisa berkomentar disini…..

Terimakasih sobat telah meluangkan waktu untuk mampir diblog ini.

          Semoga permasalahan internet XL yang lelet saat menggunakan tethering hotspot portable di laptop dapat teratasi melalui artikel ini.

0


Baru-baru ini jilbab halal sedang hangat diperbincangkan di dunia maya, MUI baru saja mengeluarkan sertifikasi halal terhadap sebuah merk dagang jilbab. Pertanyaannya perlukah sertifikasi halal terhadap jilbab?

Jika saya diijinkan untuk berpendapat, menurut saya Indonesia tidak terlalu memerlukan sertifikasi halal terhadap jilbab, bahkan bukan hanya jilbab tetapi juga produk-produk lain seperti makanan.  hem… kenapa? Karena Indonesia bukan Eropa, Amerika ataupun Jepang yang penduduknya mayoritas non-muslim, Indonesia adalah Negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, sehingga asumsi dasarnya berbeda. Jika di Negara-negara yang mayoritasnya non-muslim asumsi dasarnya adalah semua makanan itu haram atau diragukan kehalalannya sehingga diperlukan sertifikasi halal dari instansi yang berwenang untuk menjamin ke-halalan-nya bagi konsumen muslim, tetapi jika di Indonesia karena mayoritasnya berpenduduk muslim maka asumsi dasarnya semua makanan itu halal selain dari makanan atau produk lainnya yang telah dinyatakan haram oleh instansi berwenang, jadi yang kita butuhkan adalah sertifikasi haram. Hal ini untuk menjamin konsumen muslim untuk tidak mengkonsumsi produk haram.

Tapi ini hanya wacana saya saja, sepertinya sulit untuk membuat sertifikasi haram, mengingat saat ini dalam memberikan sertifikasi Halal pun MUI masih bersifat pasif, menunggu ada yang mengajukan produknya untuk disertifikasi halal. Jika MUI harus memberikan sertifikasi haram tentu membutuhkan keberanian yang besar dan kerja keras yang besar pula. Karena produk yang sudah dilabeli haram tentu akan sangat sepi peminatnya disini pasti akan ada tarik menarik kepentingan, dan tentu saja dalam memberikan label haram MUI lah yang harus bergerak aktif untuk menelusuri apakah produk tersebut halal atau haram, sehingga dibutuhkan tenaga yang cukup besar untuk melakukan hal tersebut.

Kesimpulannya ya sudah mau gimana lagi setidaknya adanya label halal dapat sedikit membantu konsumen Muslim yang ingin mengkonsumsi produk-produk yang terjamin ke-halalan-nya. Kemudian bagaimana dengan produk jilbab halal? Saya pikir jilbab yang bersertifikasi Halal oke dia sudah mendapat jaminan dari MUI tentang status ke-halalan-nya, tapi bukan berarti diluar sana jilbab yang tidak ada label halalnya itu tidak halal. So.. Keputusan ada ditangan para pembeli yang saya yakin sudah sangat dewasa dan cerdas.

Okay sampai disini dulu, btw saya bukan pemakai jilbab ya… hehehe



0

Ohayou minna-san…. !!

Gimana kabarnya? Hari ini gue Cuma mau kasih tau kalo blog riomamdoehIdotIcom (rio-mamdoeh.blogspot.com) pindah  ke mamdoeh.blogspot.com  jadi jangan bingung kalo pengunjung riomamdoehIdotIcom dialihkan langsung ke blog ini. Gue mohon maaf karena gak semua artikel yang ada di blog lama gue di impor ke blog ini.

Kenapa pindah?
Ya.. pingin ganti blog aja hehe….

Oke terimakasih telah berkunjung :D




0

Assalamu’alaikum Wr. Wb.


Salam damai untuk kita semua, sobat blogger dimana pun berada artikel kali ini kita akan membahas tentang teori segala sesuatu, apa yang sobat pikirkan saat pertama kali mendengar tentang teori segala sesuatu?

Apakah sebuah film?, Sebuah buku?, Sthepen Hawking?, Fisika kuantum? Alam semesta atau Big Bang?

Yah… tentu sobat sudah mengetahui banyak hal tentang teori ini, tapi pada artikel ini kita tidak akan membahas tentang teori-teori fisika kuantum ataupun teori big bang, karena dalam pembahasan kali ini kita akan membahas hal yang lebih besar dari pada big bang, sesuatu yang jauh lebih besar dari pada alam semesta kita, yaitu pencipta dari alam semesta, pencipta dari segala sesuatu.

Siapakah yang menciptakan alam semesta beserta isinya yang begitu menakjubkan, begitu raksasa, begitu indah dan begitu teliti dalam perhitungannya? Apakah mungkin alam semesta kita ini ada dengan sendirinya? Apakah mungkin sebuah kekosongan dapat menimbulkan ledakan besar sehingga tercipta alam semesta yang begitu rumit ini? Tentu jawabannya tidak, karena adanya suatu akibat pasti didahului oleh sebab. Bagamana mungkin 0+0+0+……….0= 1 seberapa banyak pun kita menambahkan 0 ataupun mengkalikan 0 selamanya tidak akan pernah menghasilkan angka apapun selain angka 0. Jadi pastilah alam semesta ini ada yang menciptakan, yaitu Tuhan Yang Maha Kuasa.

Pertanyaan selanjutnya siapakah Tuhan Yang Maha Kuasa ini? Dari manakah asalnya? Ada berapa tuhan kah yang menciptakan alam semesta ini? Bagaimanakah wujudnya? Mengapa kita tidak bisa melihat-Nya? Bahkan ada yang bertanya siapa yang menciptakan tuhan?

Kita akan membahasnya satu-persatu, yang pertama jika benar tuhan itu ada mengapa kita tidak pernah melihatnya? Jika yang dimaksudkan melihat disini adalah melihat dengan mata, maka tentu kita tidak akan dapat melihat-Nya, jangankan melihat Tuhan untuk melihat diri kita yang sebenarnya saja mata kita tidak sanggup karena mata hanyalah instrument yang terbatas yang tidak dapat menjangkau hal-hal yang bersifat ghaib. Dengan menggunakan teknologi yang tercanggih sekalipun pernahkah seseorang dapat melihat Ruh, diimani atau tidak setiap orang mengakui keberadaan ruh dialah diri kita yang sebenarnya, itulah sebabnya jika Ruh sudah berpisah dengan jasad manusia (mati) dengan obat apapun kita tidak dapat menghidupkannya lagi, bahkan saat organ-organ tubuhnya masih dapat berfungsi. lebih sederhana lagi bahkan kita tidak dapat melihat udara dengan mata kita, bukankah itu menunjukan betapa terbatasnya mata kita ini, sehingga menyimpulkan ketiadaan Tuhan hanya karena kita tidak dapat melihatnya bukankah itu merupakan kesimpulan yang begitu ceroboh?

Selanjutnya ada berapakah Tuhan itu? Jika tuhan yang menciptakan alam semesta yang begitu raksasa, begitu rumit dan detail ini, mestilah Tuhan itu menciptakannya dalam tim yang sangat hebat tidak mungkin Dia menciptakan alam semesta ini sendirian saja? Yah… beberapa manusia berfikir demikian, namun bukankah lebih tidak masuk akal jika Tuhan mempunyai tim (atau lebih dari satu)? Karena jika Tuhan lebih dari satu maka Dia akan kehilangan sifat kemahakuasaanya karena Dia memiliki saingan dalam merajai alam semesta ini, bahkan akan terjadi perselisihan antara para tuhan dalam memperebutkan gelar sebagai yang maha kuasa dan tentulah alam semesta ini tidak akan dapat bertahan lama dan mengalami kehancuran yang disebabkan oleh pertarungan antara tuhan. Akan tetapi alam semesta ini sudah bertahan jutaan bahkan milyaran tahun bukankah itu membuktikan keberadaan Tuhan yang hanya satu.

Selanjutnya adalah siapakah yang menciptakan Tuhan jika semua yang ada pasti ada yang mengadakannya? Tentu jawabannya adalah Tuhan itu sendiri, karena jika Tuhan diciptakan oleh Tuhan/sesuatu yang lain tentulah dia bukan Tuhan. Tuhan merupakan sebab awal keberadaan Seluruh Alam semesta ini beserta isinya sehingga tidak mungkin “sebab” ini memiliki “sebab”, “Sebab” yang sebenar-benar sebab harus bersifat uncaused (tidak bersebab) karena jika “sebab” ini memiliki “sebab” niscaya tidak ada akhirnya. Jadi pertanyaan ini harus berhenti pada Tuhan, Tuhan tidak memiliki awal dan tidak memiliki akhir, Tuhan haruslah tidak terikat oleh dimensi ruang dan dimensi waktu, Tuhan juga sudah pasti bukanlah materi dan berada diluar materi, sebab tidak mungkin Pencipta materi adalah materi itu sendiri, Tuhan bersifat ghaib.

Lalu siapakah Tuhan ini?, Tuhan haruslah unik, Dia harus berbeda dari yang lain tidak dapat dibandingkan dengan siapapun, Tuhan harus tidak bergantung kepada apapun tetapi sebaliknya Tuhan adalah tempat bergantung dari segala sesuatu, Tuhan harus bersifat kekal tidak berawal dan tidak berakhir, penguasa yang sempurna karena kekuasaan-Nya bukanlah warisan dan Dia tidak akan mewariskan kekuasaan-Nya, sehingga tidak mungkin bagi-Nya untuk beranak dan diperanakan, tidak ada yang setara dengan Dia, tidak ada yang menyerupai-Nya karena Dia adalah satu-satunya dan hanya ada satu. Setidaknya itulah syarat mutlak sebagai Tuhan Yang Maha Esa.

Sebagaimana telah dijelaskan di dalam Kitab Suci Al Quran yang merupakan  wahyu Tuhan yang terakhir yang diturunkan kepada Muhammad S.A.W sebagai Nabi terakhir, yaitu di dalam surat Al Ikhlas:



قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

Katakanlah “ dia Allah yang maha Esa”

اللَّهُ الصَّمَدُ

Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ

Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan

وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.



Di dalam surat Al Ikhlas ini  Tuhan telah menjelaskan siapa diri-Nya dengan singkat dan padat. Siapapun yang mengklaim sebagai Tuhan haruslah lolos dari uji ini. Semoga artikel ini bermanfaat.



2

Hi sobat semua…


Hari ini saya baru saja menonton film Interstellar, Sobat mungkin sudah nonton film ini, yah film ini bukanlah film baru, saya aja yang kudet baru sempat nonton film ini ( sok sibuk.. heheh). Film ini merupakan film bergenre Sci-fi Drama, menceritakan tentang perjalanan manusia untuk mencari planet baru yang layak untuk dihuni di luar galaksi kita, karena bumi sudah mulai tidak layak untuk ditinggali. Cooper yang diperankan oleh Matthew McConaughey harus rela untuk meninggalkan keluarga dan putri yang sangat disayanginya demi misi mencari planet alternatif ini.

Cerita dari perjalanan luar angkasa ini dimulai dengan adanya  fenomena aneh yang terjadi di salah satu ruangan di rumah Cooper tepatnya di kamar Murphy. Dikamar tersebut seperti ada petunjuk/pesan yang ingin disampaikan untuk pemilik rumah. Murphy selalu menganggapnya hantu namun Cooper menangkap pesan tersebut sebagai kode dalam bentuk binary suatu koordinat. Setelah ditelusuri oleh Cooper dan Murphy, koordinat tersebut ternyata adalah tempat paling rahasia di bumi, yaitu tempat dilanjutkannya proyek NASA untuk mencari alternatif planet baru. Ditempat ini kemudian Cooper diajak untuk bergabung dan menjadi pilot dalam misi mencari planet baru yang dapat dihuni manusia. Namun Murphy tidak mengizinkan Cooper untuk pergi, sebenarnya Cooper pun merasa berat hati untuk meninggalkan keluarganya, akan tetapi panggilan untuk menyelamatkan generasi umat manusia membuat Cooper memutuskan untuk bergabung dengan tim NASA tersebut. Murphy berkeyakinan ada pesan misterius dari kamarnya yang disampaikan agar Cooper tetap tinggal dan tidak memilih bergabung. Pesan tersebut adalah STAY berupa sandi morse yang didapatkan dari rak buku di kamarnya. Baik Cooper dan Murphy sampai tahap ini, tidak mengetahui darimanakah atau siapakah yang selalu berusaha menyampaikan pesan tersebut untuk keluarganya


Singkat cerita perjalanan Cooper pun dimulai, karena terjadi perbedaan waktu antara waktu bumi dan waktu di luar angkasa yaitu digalaxy tempat Cooper mencari Planet alternatif tersebut maka Cooper harus menghabiskan waktu puluhan tahun untuk misi tersebut. Seperti kita ketahui waktu bukanlah dimensi yang mutlak, gravitasi dapat mempengaruhi perubahan waktu. Dalam perjalannya tersebut Cooper dan rakannya banyak mengalami hambatan dan menghabiskan banyak waktu hingga anak-anak Copper di bumi telah tumbuh dewasa bahkan Tom (anak lelaki Cooper) telah menikah dan memiliki anak. Hingga diakhir cerita Cooper harus memasuki inti Black Hole yang membuatnya masuk dalam dimensi ruang yang kelima. (M-theory banget ya..) diceritakan di film ini dalam dimensi kelima ini masa lalu,masa sekarang dan masa depan bertemu. Di dalam film ini dimensi ini disebut-sebut sebagai Tesseract. di dalam Tesseract ini cooper melihat rak buku yang selama ini menjadi misteri ternyata media penghubung untuk berkomunikasi dengan Murphi. Jadi selama ini dirinyalah yang menjadi hantunya Murphi. Semua pesan yang disampaikan ke Murphi ternyata berasal dari dirinya. Hingga akhirnya NASA berhasil membuat Stasiun Ruang Angkasa yaitu tempat evakuasi umat manusia dengan gravitasi buatan, dan Cooper dapat bertemu kembali dengan Murphy namun murphy telah menjadi nenek yang memiliki cucu.

Bagi para pengagum film Sci-fi interstelar adalah film yang sangat menarik (setidaknya menurut saya), meskipun menurut saya ada sedikit kontradiksi yaitu ketika Cooper diketahui adalah pengirim pesan misterius yang memberitahu murphy untuk melarang ayahnya (Cooper) pergi namun disaat yang sama Cooper jugalah yang menuntun perjalanan luar angkasa tersebut. Cooper di dalam dimensi kelima menuntun Cooper di dimensi sekarang (jika boleh saya menyebutnya dimensi ketiga) untuk menemui NASA dan ikut serta menuntun NASA dalam mencari planet alternative tersebut, NASA menyebutnya dengan kata “mereka”. (jangan terlalu realistis bro, namanya juga film hehe).

Di sisi lain menurut saya ada pesan tersirat yang mengarah pada paham Ateis dalam film ini, di dalam film ini diceritakan bahwa manusia memiliki teknologi yang cukup kuat untuk mengantisipasi terjadinya kiamat di bumi. Di film ini juga seolah Tuhan itu tidak ada dan manusia sudah tidak membutuhkan Tuhan, yang ada hanyalah materi, ilmu pengetahuan dan hukum fisika. Setelah nonton film ini saya jadi teringat kembali dengan pemikiran Stephen Hawking dalam bukunya The Grand Design, bahwa Alam semesta ini tidak diciptakan oleh Tuhan melainkan oleh hukum Gravitasi fisika.

Film interstellar juga memberikan pesan bahwa semua misteri yang ada di dunia ini sudah mampu dijawab oleh sains hal ini sejalan dengan pemikiran Stephen Hawking, dan mulai mengesampingkan Tuhan. Memang sangat disayangkan kenapa ilmuan-ilmuan cerdas seperti Stephen hawking yang mempercayai keberadaan partikel string dan Graviton  yang tidak dapat dilihatnya dan mempercayai adanya dimensi-dimensi extra (Braneworld Thoery) yang tidak dapat dilihatnya yang hanya berdasarkan pada pemikiran dan perhitungan matematis, (sesuatu yang menurut saya belum pasti  dan bisa saja teori ini dikemudian hari dibantah karena sains terus berkembang), namun ia tidak mempercayai keberadaan Tuhan yang jelas-jalas dapat kita rasakan kehadirannya (jika kita mau ikhlas untuk menerima kehadirannya) dan dibuktikan dengan adanya kita dan alam semesta ini tentu ada yang menciptakannya dan mustahil ada tanpa sebab, bukankah menurut teori dasar dan paling umum dari hukum alam adalah adanya kausalitas sebab-akibat, sehingga mustahil alam semesta ini ada tanpa sebab yang menjadikannya ada.

lho kok jadi kesini-sini, maaf Sobat kalo pembahasannya malah jadi melebar, soalnya saat ini semakin banyak saja film yang menyisipkan konsep Ateis  seperti Transcendent, Lucy, Golden Compass, X-Man dll, sehingga kita harus selalu mawas diri dan ikut mendampingi jika adik-adik atau anak-anak kita menonton film-film yang dapat  merusak keyakinan keberadaan Tuhan.

Okey sampai disini dulu ceritanya, Terimakasih telah berkunjung di blog saya dan meluangkan waktunya untuk membaca coretan-coretan saya, semoga tidak terlalu membosankan. :D




0


Seberapa besarkah pendapat dan prilaku kita dipengaruhi oleh orang lain?
atau seberapa besarkah kemampuan kita untuk mengendalikan orang lain?

Well, artikel kali ini ane mau membahas tentang kemampuan luar biasa manusia untuk mempengaruhi orang lain atau mungkin sebaliknya ketidakmampuaan manusia untuk tidak meniru prilaku orang lain? “whatever”.

Sebuah eksperimen sosial tentang prilaku manusia yang membuktikan bagaimana lingkungan dapat mengubah persepsi kita yang saya kutip dari sebuah buku yang ditulis oleh Tony buzan yang berjudul “the power of social intelligence” . Dalam buku itu buzan diminta untuk membantu sebuah eksperimen yang dirancang oleh seorang peneliti interaksi sosial manusia yaitu Profesor Asche, penelitian itu dilakukan sebagai berikut :

Bayangkan sebuah kamar mungil, di depan terdapat sebuah meja tulis dengan sebuah kursi. Pada jarak kira-kira 3 m dari depan meja tulis terdapat tiga buah kursi yang berjajar menghdap ke meja tulis tersebut, seperti ruang interview. Eksperimen tersebut melibatkan lima orang: dua orang “psikolog” (orang yang berseragam psikolog) dan tiga orang mahasiswa pengamat.

Dalam eksperimen tersebut , salah seorang “psikologi” berdiri dan melakukan presentasi “tes visual” kepada para pengamat, sedangkan “psikolog (Tony Buzan)” yang satu lagi mencatat dan menjelaskan eksperimen ini kepada ketiga mahasiswa pengamat ini, berikut yang dikatakan Buzan kepada para pengamat:

“kami akan menunjukkan sejumlah kartu kepada anda. Pada setiap kartu ada gambar tiga garis vertikal tebal berwarna hitam, setiap garis vertikal tersebut diberi label “A” , “B”, “C” di bawahnya. Tugas anda adalah menyatakan secara berurutan garis-garis yang paling tinggi sampai ke yang paling pendek dengan menyebutkan huruf mewakili setiap garis tersebut. Susunan urutan garis2 pada setiap kartu berbeda , orang yang duduk disebelah kiri selalu mendapat giliran pertama, orang yang duduk ditengah giliran kedua dan orang yang dikanan mendapat giliran terakhir untuk menyebutkannya”

Sebenarnya, ada rencana jahil yang tersembunyi dibalik eksperimen ini, tanpa sepengetahuan sipengamat yang duduk di paling kanan (pengamat ketiga), kedua pengamat lainnya sudah diberitau tentang “permainan” ini dan mereka bersedia untuk berpura-pura sebagai “pengamat” , kartu-kartu sudah tersusun secara khusus, dan kedua pengamat palsu tersebut sudah dilatih untuk memberikan jawaban yang telah ditetapkan, tapi mereka akan secara daramatis beraksi seolah-olah sedang berpikir keras sebelum memberikan setiap jawaban.

Sewaktu dua kartu pertama diperlihatkan, pengamat pertama dan kedua memberikan jawaban yang benar. Pada waktu kartu ketiga diperlihatkan pengmat pertama memberikan jawaban rancu antara jawaban yang benar dan salah, berpura-pura menguras otak dan pada akhirnya menyatakan bahwa garis yang panjangnya pertengahan (medium) adalah yang terpanjang, dan garis yang terpanjang adalah pertengahan dan yang terpendek adalah yang terpendek, pengamat kedua mengeluarkan suara “mmm” dan “huhh.. cekkk” menggoyang-goyangkan kepala, dan memperlihatkan sikap ragu-ragu, dan akhirnya berkata “ya, betul, saya setuju begitu……” dan memberikan jawaban yang sama seperti pengamat pertama.

Bisa dibayangkan kekalutan pikiran pengamat ketiga yang malang itu, dan bayangkan reaksi sobat jika anda yang berada dalam posisi tersebut.

Prosedur ini diulang2 berkali-kali sampai semua kartu berjumlah 17 selesai, pengamat pertama semakin lama semakin ngawur sedangkan pengamat kedua selalu tersiksa dengan keraguannya, tetapi pada akhirnya menyamakan jawabnanya degan jawaban pengamat pertama, padahal jawaban2 tersebut jelas-jelas salah. Pada saat-saat yang langka seperti ketika sipengamat pertama membirikan jawaban dengan segera dan salah, serta merta perngamat kedua membeonya.

Mereka(Buzan dkk) mengulang eksperimen serupa ini, dengan 20 orang(pengamat ketiga) yang berbeda, dan telah mencatat dengan cermat hasil jawaban2 pengamat-pengamat ketiga.

Menurut sobat bagaimana hasil jawaban-jawaban para pengamat ketiga(objek penelitian)?

Apakah menurut sobat mereka, semuanya tidak setuju dengan jawaban-jawaban yang diberikan pengamat pertama dan kedua?

Apakah hanya sebagian yang setuju, atau tak seorang pun yang tidak setuju?

Hasilnya benar-benar menakjubkan, yang membuat penulis dan ane sendiri sadar bahwa betapa kuatnya sesungguhnya pengaruh sosial yang kita miliki yang dapat saling mempengaruhi kita semua satu sama lain. benar-benar eksperimen sosial yang mengagumkan.

Diatas 60% pengamat ketiga memberikan jawaban yang sama seperti jawaban-jawaban mengecohkan yang diberikan pengamat pertama dan kedua. Ketika para “pengamat ketiga” ini di uji ulang dengan mengunakan kartu-kartu yang sama tapi kali ini sendirian, hasil tes mereka 100% tepat. Dan ketika ditanyakan kenapa bisa terjadi perbedaan dengan hasil tes sebelumnya, mereka menyatakan bahwa mereka tahu jawaban yang benar, tapi terpengaruh oleh pengamat pertama dan kedua sehingga merasa penglihatan mereka salah sehingga mereka memilih untuk ikut-ikutan.

Hal yang lebih menakjubkan adalah ada sebagian kecil dari mereka “ pengamat ketiga yg ikut-ikutan” yang menyatakan bahwa mereka benar-benar yakin telah memberi jawaban yang benar sesuai yang mereka lihat, ini menyimpulkan bahwa kekuatan interaksi sosial demikian kuatnya sehingga betul-betul bisa mendistorsi persepsi.

Bahkan orang-orang yang tetap bertahan pada persepsi mereka yang benar melawan kekuatan persuasif sosial pengamat pertama dan kedua, mengaku mengalami gejolak emosi pada waktu melawan kekuatan persuasif supaya bisa tetap memberikan jawaban yang menurut mereka benar. Ada seorang diantara mereka yang menjadi bingung dan memandang kedua pengamat lainnya, dan pada tes-tes berikutnya ada yang sampai mengeluarkan sisir sakunya untuk mengukur ketinggian garis-garis tersebut.

Ada seorang lagi, ketika si pengamat pertama menyatakan dengan nada datar bahwa garis yang terpanjang adalah yang terpendek, amarahnya meledak “ ada apa dengan anda, goblok! Apakah anda buta?”

Eksperimen Prof. Asche yang telah diulangi berkali-kali dengan hasil serupa, menggarisbawahi kenyataan bahwa interaksi sosial mendasar saja sudah bisa menimbulkan emosi kuat pada kita, membuat kita meragukan sesuatu yang kita tahu kebenaranya, sampai-sampai dapat mengubah pandangan kita, bahkan bisa menguasai kita untuk mengikuti konformitas sosial!

Lalu bagaimana sekarang kita sudah sadarkah, kita sering menyukai sesuatu yang sebenarnya kita tidak suka, yah hanya mengikuti trend atau teman-teman kita, betapa sering kita menginginkan dan mengejar sesuatu yang kita lihat ditelevisi, iklan, dan seluruh media yang sebenarnya hati nurani kita mengetahuinya bahwa hal itu salah dan kita tahu kita tidak membutuhkannya.

Well, sekian dulu ya sob, semoga artikel "kemampuan lingkungan mengubah persepsi kita" ini bisa bermanfaat buat ane 'n sobat semua...

0

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari kita sering merasa lesu atau tidak bersemangat, dan jika kita perhatikan ternyata ini berkaitan dengan bagaimana keadaan kita ketika bangun dipagi hari. Jika pada saat kita bangun dipagi hari kita merasa lemas tanpa semangat maka disiang harinya kita juga akan merasa lemas tidak bersemangat, apalagi jika kita bangun kesiangan uwh.. rasanya kita sudah tidak ingin lagi menjalani kehidupan dihari itu. Juga sebaliknya ketika kita bangun penuh semangat dipagi hari maka kita juga akan menjalani hari-hari dengan penuh semangat.

Lalu bagaimanakah cara agar kita senantiasa bangun pagi dengan penuh semangat?. Dalam artikel ini saya akan berbagi sedikit tentang bagaimana kita dapat menjalani hari dengan penuh semangat dengan cara bangun tidur  yang benar, namun sebelumnya saya juga pernah memosting tentang bagaimana memulai tidur dengan benar agar kita dapat tidur dengan nyenak dan bekualitas. Klik disini untuk membacanya.

Rasulullah telah memberikan resep kepada kita tentang bagaiman cara bangun tidur yang benar, melalui hadisnya sebagai berikut :

“Setan melilit leher seseorang di antara kalian dengan tiga lilitan ketika ia tidur. Dengan setiap lilitan setan membisikkan, “Nikmatilah malam yang panjang ini”. Apabila ia bangun dan mengingat Allah, maka lepaslah lilitan itu. Apabila ia berwudhu, lepaslah lilitan kedua. Kemudian apabila ia shalat, lepaslah lilitan ketiga, sehingga ia menjadi bersemangat. Tetapi kalau tidak (dilakukan), ia akan terbawa lamban dan malas ” (HR Bukhari – Muslim)

Berdasarkan hadist diatas maka cara bangun tidur yang benar adalah :

Tahap 1

Ingatlah Allah saat mendengar Alarm (baca doa: Alhamdulillahi lladzii ahyaana ba'da maa amaatana wa ilaihi nusuur ). Tahap pertama ini akan melepas belenggu lilitan setan yang pertama. Karena lilitan setan telah berkurang satu, maka beban kita menjadi lebih ringan. Hal ini akan mempermudah untuk melakukan tahap kedua. Inilah bukti kemurahan sang Maha Pemurah, karena untuk mengawali penanganan lilitan setan cukup dengan mengingat Allah. Bukankah ini hal yang sangat mudah?.

Tahap 2

Berwudhu adalah hidroteraphy yang dahsyat. Ribuan syaraf penting diteraphy dengan sentuhan tangan dan rangsangan air segar pada saat kita berwudhu. Inilah saat melepas belenggu lilitan setan yang kedua! Dengan telah berkurangnya dua lilitan, maka kitapun akan lebih bersemangat untuk melakukan tahap ketiga2.

Tahap 3

Shalatlah dua rakaat, maka lepaslah semua belenggu lilitan setan. Kata Nabi: "...kemudian apabila ia shalat, lepaslah lilitan ketiga, sehingga ia menjadi bersemangat. Tetapi kalau tidak (dilakukan), ia akan terbawa lamban dan malas” (HR Bukhari – Muslim).

dengan menjalankan tips-tips diatas InshaAllah kita akan bangun penuh dengan semangat dan siap menjalani rutinitas kita di siang hari.

0

Islam adalah agama yang sangat sempurna, yang telah memberi pedoman dalam setiap aspek kehidupan kita, bahkan hal yang sangat kecil dalam kehidupan kita telah diatur di dalam islam.

Tidur adalah kegiatan wajib yang harus kita lakukan jika kita masih ingin tetap bertahan hidup. kekurangan tidur dapat menyebabkan munculnya berbagai penyakit yang dapat menyerang kesehatan kita. Di jaman modern seperti sekarang ini tidur mulai menjadi masalah yang sering menghantui manusia, mulai dari yang tidur tak nyenyak hingga insomnisa akut yang tidak bisa tidur sama sekali. “setiap orang memang bisa memiliki bantal dan kasur yang empuk tapi tidak semua orang dapat memiliki tidur yang nyenyak” hmm.. pepatah itu terdengar ada betulnya.

Dalam hal ini Islam telah hadir memberikan jawaban untuk permasalahan ini, “betapa indahnya islam itu ternyata, semua masalah kita telah ada solusinya didalam islam” . Oke capcus langsung saja berikut ini adalah adab-adab sebelum tidur didalam islam yang ditulis oleh Muhammad Abduh Tuasikal agar tidur kita berkualitas, bangun penuh semangat, kesehatan tetap terjaga dan mudah-mudahan mendapat pahala dari ALLAH S.W.T tentunya dengan niat karena ALLAH :

Pertama: Tidurlah dalam keadaan berwudhu.

Hal ini berdasarkan hadits Al Baro’ bin ‘Azib, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلاَةِ ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الأَيْمَنِ

“Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka wudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu” (HR. Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710).

Kedua: Tidur berbaring pada sisi kanan.

Hal ini berdasarkan hadits di atas. Adapun manfaatnya sebagaimana disebutkan oleh Ibnul Qayyim, “Tidur berbaring pada sisi kanan dianjurkan dalam Islam agar seseorang tidak kesusahan untuk bangun shalat malam. Tidur pada sisi kanan lebih bermanfaat pada jantung. Sedangkan tidur pada sisi kiri berguna bagi badan (namun membuat seseorang semakin malas)” (Zaadul Ma’ad, 1/321-322).

Ketiga: Meniup kedua telapak tangan sambil membaca surat Al Ikhlash (qul huwallahu ahad), surat Al Falaq (qul a’udzu bi robbil falaq), dan surat An Naas (qul a’udzu bi robbinnaas), masing-masing sekali. Setelah itu mengusap kedua tangan tersebut ke wajah dan bagian tubuh yang dapat dijangkau. Hal ini dilakukan sebanyak tiga kali. Inilah yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana dikatakan oleh istrinya ‘Aisyah.

Dari ‘Aisyah, beliau radhiyallahu ‘anha berkata,

كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا ( قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ) ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ

“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu ahad’ (surat Al Ikhlash), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (surat Al Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin naas’ (surat An Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali.” (HR. Bukhari no. 5017). Membaca Al Qur’an sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini lebih menenangkan hati dan pikiran daripada sekedar mendengarkan alunan musik.

Keempat: Membaca ayat kursi sebelum tidur.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata,

وَكَّلَنِى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – بِحِفْظِ زَكَاةِ رَمَضَانَ ، فَأَتَانِى آتٍ ، فَجَعَلَ يَحْثُو مِنَ الطَّعَامِ ، فَأَخَذْتُهُ فَقُلْتُ لأَرْفَعَنَّكَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – . فَذَكَرَ الْحَدِيثَ فَقَالَ إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ ، وَلاَ يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ . فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « صَدَقَكَ وَهْوَ كَذُوبٌ ، ذَاكَ شَيْطَانٌ »

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menugaskan aku menjaga harta zakat Ramadhan kemudian ada orang yang datang mencuri makanan namun aku merebutnya kembali, lalu aku katakan, “Aku pasti akan mengadukan kamu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam“. Lalu Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menceritakan suatu hadits berkenaan masalah ini. Selanjutnya orang yang datang kepadanya tadi berkata, “Jika kamu hendak berbaring di atas tempat tidurmu, bacalah ayat Al Kursi karena dengannya kamu selalu dijaga oleh Allah Ta’ala dan syetan tidak akan dapat mendekatimu sampai pagi“. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Benar apa yang dikatakannya padahal dia itu pendusta. Dia itu syetan“. (HR. Bukhari no. 3275).

Kelima: Membaca do’a sebelum tidur “Bismika allahumma amuutu wa ahyaa”.

Dari Hudzaifah, ia berkata,

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ قَالَ « بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا » . وَإِذَا اسْتَيْقَظَ مِنْ مَنَامِهِ قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا ، وَإِلَيْهِ النُّشُورُ »

“Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hendak tidur, beliau mengucapkan: ‘Bismika allahumma amuutu wa ahya (Dengan nama-Mu, Ya Allah aku mati dan aku hidup).’ Dan apabila bangun tidur, beliau mengucapkan: “Alhamdulillahilladzii ahyaana ba’da maa amatana wailaihi nusyur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali).” (HR. Bukhari no. 6324)

Masih ada beberapa dzikir sebelum tidur lainnya yang tidak kami sebutkan dalam tulisan kali ini. Silakan menelaahnya di buku Hisnul Muslim, Syaikh Sa’id bin Wahf Al Qohthoni.

Keenam: Sebisa mungkin membiasakan tidur di awal malam (tidak sering begadang) jika tidak ada kepentingan yang bermanfaat.

Diriwayatkan dari Abi Barzah, beliau berkata,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.” (HR. Bukhari no. 568)

Ibnu Baththol menjelaskan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak suka begadang setelah shalat ‘Isya karena beliau sangat ingin melaksanakan shalat malam dan khawatir jika sampai luput dari shalat shubuh berjama’ah. ‘Umar bin Al Khottob sampai-sampai pernah memukul orang yang begadang setelah shalat Isya, beliau mengatakan, “Apakah kalian sekarang begadang di awal malam, nanti di akhir malam tertidur lelap?!” (Syarh Al Bukhari, Ibnu Baththol, 3/278, Asy Syamilah)


Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Setelah memulai tidur dengan cara yang benar,  jangan lupa untuk bangun dengan cara yang benar pula klik disini untuk membaca artikelnya


0

selamat malam sobat! Ini adalah bagian kedua dari “salah kaprah tentang hati”…
bagi sobat yang belum sempat membaca bagian pertamanya silahkan baca disini

well di artikel sebelumnya kita dah membahas apa sebenarnnya hati dan jantung itu? Kita juga dah membahas tentang hati dan perasaan itu dalam perspektif islam, dan kali ini kita akan membahas perasaaan dalam pandangan sains.

Para ahli fisiologis menyebutkan bahwa jantung memiliki system komunikasi yang lebih luas dengan otak dari pada organ tubuh kita yang lain. DR J. Andrew Armour memastikan adanya sebuah Otak yang sangat rumit di dalam Jantung. Di dalam Jantung kita terdapat lebih dari 40.000 neuron yang bekerja dengan presisi yang sangat tinggi untuk mengendalikan detak Jantung, produksi hormon dan penyimpanan informasi. Selanjutnya informasi ini dikirim ke Otak. Informasi ini memegang peranan vital dalam kesadaran dan pemahaman.

Setelah melakukan banyak penelitian, DR. Paul Pearsall berkata: “Jantung dapat merasa dan mengingat dan ia mengirimkan getaran untuk berko-munikasi dengan Jantung-jantung lain. Ia juga membantu pengaturan immunitas tubuh. Ia juga mengirimkan informasi pada setiap detakan ke seluruh tubuh“ Beberapa peneliti bertanya: “Mungkinkah ingatan tetap di lubuk Jantung terdalam?” Di dalam Bukunya, Dr Paul menulis: “Saat tiba-tiba Anda merasa gembira atau sedih, Anda menempelkan tangan di dada tanpa Anda sadari”

Para peneliti memastikan Jantung dengan pengaturan harmonisnya mengendalikan seluruh tubuh. Hal yang dianggap sebagai metode menghubungkan semua sel saat darah mengalir ke setiap sel kemudian memberi makan tidak saja dengan oxygen tapi juga informasi.



Di HeartMath Institut, mereka menemukan Jantung memiliki medan listrik yang kuat yang mempengaruhi lingkungan sekelilingnya. Karenanya manusia dapat berkomunikasi dengan yang lain dengan Jantungnya tanpa berbicara. Mereka juga menemukan relasi antara pulsa Jantung dan gelom-bang yang dipancarkan dari Otak (gelombang Alfa). Semakin banyak Jantung berdetak semakin banyak gelombang ditransmit dari Otak. Heart Math Institut telah melakukan banyak percobaan untuk membuktikan Jantung memancar getaran electromagnetik yang mempengaruhi Otak. Maka, Jantung boleh jadi mempe- ngaruhi kesadaran dan pemahaman manusia. Mereka juga telah menemukan bahwa Jantung memancarkan medan listrik yang kuat yang mengendalikan seluruh tubuh manusia.

Dr. Armour berkata bahwa Jantung memiliki sebuah sistem spesial dalam pengolahan informasi yang datang dari seluruh tubuh. Dan keberhasilan setiap pencangkokan jantung bergantung dari sistem syaraf dari jantung donor dan kemampuannya beradaptasi dengan pasien.

Pasien-pasien yang jantung aslinya diganti dengan jantung buatan akan mengalami perubahan psikologis, hal ini di buktikan oleh penelitian Prof. Gary Schwartz.
Prof. Gary Schwartz specialis Kejiwaan di Universitas Arizona dan Prof. Linda Russek yakin kalau jantung memiliki kekuatan khusus yang membuatnya dapat menyimpan dan mengolah informasi. Karenanya memori itu tidak saja ada di Otak tapi juga di Jantung. Prof Gary melakukan penelitian yang melibatkan lebih dari 300 pasien yang melakukan operasi pencangkokan Jantung. Dia menemukan kalau semua pasien itu mengalami berbagai perubahan psikologis setelah operasi.

Temuan menarik  lainnya pada semua orang yang mengganti Jantungnya dengan jantung buatan, mereka telah kehilangan perasaan dan kemampuan untuk mencinta. Pada 11/8/2007, koran Washington Post memuat laporan tentang Peter Houghton yang melakukan operasi pencangkokan jantung buatan. Dia berkata: “Perasaanku telah berubah, Saya tidak mampu mengetahui apa yang Saya benci dan apa yang Saya cintai bahkan Saya tidak punya rasa apapun kepada cucu-cucu Saya”.

Rollin McCraty dan Mike Atkinson melakukan penelitian yang dipublikasikan di pertemuan tahunan Pavlovian Society. Mereka menemukan adanya hubungan antara Jantung dan Kesadaran. Mereka membuktikannya dengan mengukur aktivitas electromagnetik Jantung dan Otak saat orang berusaha memahami sesuatu. Mereka menemukan bahwa saat performa Jantung pada level rendah, Kesadaran pun akan rendah.

Dari temuan-temuan ilmiah tersebut dapat disimpulkan bahwa fungsi jantung yang sesungguhnya adalah lebih dari sekadar memompa darah dan menyuplai oksigen, namun juga berfungsi untuk berfikir dan merasakan berbagai emosi yang terjadi dalam diri kita. Itulah karenanya, ketika kita merasa sedih, kecewa, marah, atau bahagia tanpa sadar tangan kita memegang dan mengelus dada, karena di dalam jantung yang tersimpan dalam dada itulah segala perasaan bermuara.

Semua hal diatas juga dapat dibuktikan secara sederhana, ketika kita merasa takut, marah, atau sedang gerogi bukankah jantung kita yang berdebar-debar /berdegup lebih kencang bukan hati kita.

Dan berdasarkan penelitian para ilmuan-ilmuan diatas jelaslah bahwa jantung bukan hanya sekedar organ pemompa darah tapi lebih kepada oragan yang sangat vital yang menentukan karakter kita sebagaimana islam telah menjelaskannya dalam al quran dan hadis nabi ribuan tahun lalu, dan berarti kita juga telah melakukan kesalahan dalam membicarakan kata Hati (perasaan) ini, karena yang kita maksud sebenarnya bukanlah organ hati tetapi adalah organ jantung karena pada saat kita mengucapkan hati kita pun menunjuknya kearah jantung Bila dilakukan perbandingan dengan dua bahasa dunia lainnya, yaitu Arab dan Inggris, kerancuan seperti dalam bahasa Indonesia ini ternyata tidak terjadi dalam dua bahasa tersebut. Dalam bahasa Arab organ tubuh dalam dada yang bernama jantung itu disebut dengan nama قلب (!!qalb!!). Demikian pula ketika berbicara mengenai perasaan, untuk menyatakan hati senang misalnya diungkapan dengan فرح قلبـــــي (fariha qalb-i).  begitu pula dalam bahasa inggris organ jantung adalah Heart dan  ketika mengungkapkan perasaan juga menggunakan kata Heart misalnya “don’t hurt my hearth” Ini menunjukkan adanya konsistensi bahasa, baik secara fisik maupun psikis, sama merujuk pada satu organ tubuh yaitu qalb atau jantung.
 
semoga artikel ini bisa memberi manfaat :)



0
Previous PostOlder Posts Home